Showing posts with label Travel Review. Show all posts
Showing posts with label Travel Review. Show all posts

Friday, 1 June 2012

Exploring Singapore

"You need this vacation."
Itu adalah kalimat pertama yang dilantunkan Mbak Ayu, kakak gue, setelah gue ceritain tentang rencana serta kebimbangan gue pergi ke Singapore sendirian.
Memang bener, sih, gue lagi butuh liburan SENDIRI. Otak gue udah terlalu kacau semenjak entah kapan. Kesibukan sekolah sangat berhasil membuat otak gue agak rusak dan agak susah untuk mengembalikannya seperti semula. I need this vacation.
Sebenernya rencana utamanya bukan buat refreshing, tapi buat nganterin oma gue berobat. Berhubung gue libur, daripada gue cengo di depan si cantik seharian, mending gue pergi. Jadilah rencananya gue akan berangkat sama cici sepupu gue ke Singapore tanggal 1 Mei untuk mengantarkan Oma yang akan berobat tanggal 2 Mei, lalu gue akan pulang tanggal 3 Mei.
Rencana pulang tanggal 3 Mei buat gue dibatalkan. Sama ortu gue tiba-tiba ditawarin "mau diperpanjang, ga, sampai Senin?"
Tanpa pikir panjang gue jawab, "Iya."
Lalu, setelah gue pikir-pikir lagi, gue jadi galau. Alhasil gue curcol deh sama kakak gue. Dan satu kalimat itulah jawaban dia. Terimakasih, kakakku, I guess I really need it.
And so, gue menamakan perjalanan gue yang satu ini "semi backpacking". Kenapa? Karena ga 100% bisa dibilang backpacking karena gue masih bawa koper, berhubung gue ga punya backpack yang biasa dipake orang naik gunung.
Lagipula di dua hari pertama gue ke Singapore, gue masih "ditemani" sama cici sepupu dan Oma (atau lebih tepatnya gue dan cici sepupu nemenin Oma).
Perjalanan semi backpacking gue dimulai di hari Kamis, 3 Mei 2012. Malam sebelumnya gue pindah flat, dari flat temennya cici sepupu gue ke flat cici sepupu gue yang tinggal di Singapore. Gue bawa-bawa koper naik MRT dari daerah Tampines ke Sengkang. Berhubung transportasi yang gue tau baru MRT, ya jadi gue naik MRT. Di MRT, gue ketemu ibu-ibu yang nanyain gue mau ke mana bawa-bawa koper. Pas gue bilang gue mau ke Sengkang, dia bingung soalnya ada bus dari Tampines ke Sengkang. Oke, gue ga tau. Alhasil gue menghabiskan kurang lebih 45 menit naik turun MRT pindah jalur.
Gue nginep di flat cici sepupu gue, Ci Lia yang tinggal bersama suami dan anaknya, plus adeknya, Ci Sasa, dan kebetulan ada mertuanya yang diminta tolong jagain anaknya kalau mereka semua pergi kerja.
Nama anaknya Ci Lia adalah Nathan. Umurnya baru satu setengah tahun, kurang lebih. Dan dia sangat amat lucu sekali OMG! *lebay*


Waktu sampai di MRT Station di Sengkang, gue dijemput sama Ci Sasa yang kebetulan baru pulang kerja, jadi sekalian. Waktu sampai di flat, Nathan lagi main sama mamanya di kamar. Nathan rada bingung, kenapa ada orang asing yang masuk kamar bawa-bawa koper? Dia belom bisa ngomong, sih, tapi ekspresinya kebingungan. Lalu mamanya memperkenalkan gue kepada Nathan "Nathan, this is Aunty Nia." lalu dilanjutkan dengan pertanyaan "Where is Aunty Nia?" dan Nathan akan menunjuk gue. Begitu terus di hari-hari selanjutnya kalau gue di rumah, si Cici suka nanyain Nathan pertanyaan itu. Dan Nathan akan menunjuk gue sambil melakukan aktifitas lain, seperti ngobrak-ngabrik mainan (yang sepertinya merupakan hobi dia).
Nathan sama seperti ponakan-ponakan gue yang lain, mereka baru akan mendekati gue kalau gue mengeluarkan segala gadget yang gue punya. Kebetulan yang gue bawa ke Singapore cuma iPod dan Blackberry. Tadinya gue mau bawa si cantik, tapi mikir, gue kan di flat cuma pagi malem doang, lagian bawa-bawa si cantik berat. Backpack gue udah berat sendiri sama kamera! By the way, buat yang belom tau, si cantik itu laptop pinky gue yang selalu setia menemani gue dikala galau.
Eniweis, anak-anak jaman sekarang kecil-kecil udah hi-tech, ya! Mereka tau barang-barang mahal. Ga mau dikasih mainan yang biasa-biasa aja. Maunya main iPod, iPad, laptop, padahal toh juga mereka belom ngerti cara pakainya gimana.
Begitulah kisah pendek sampainya gue di flat cici sepupu gue Rabu malam.
Kamis, jadwal gue hari itu adalah ke Singapore Science Center. Gue agak tergila-gila sama hal yang berbau museum IPA. Walau gue rada eneg sama pelajaran IPA, gue demen sama museum IPA, karena di sana segala yang gue pelajari diterapkan pada berbagai macam alat dan belajar melalui museum IPA itu jauh lebih efektif daripada belajar di kelas, melototin buku cetak.
Tadinya gue berniat pergi ke Jurong Bird Park dan Science Center dalam sehari, berhubung sama-sama di daerah Jurong. Tapi, Ci Sasa merekomendasikan kalau mending dipisah, karena keduanya bakal makan waktu seharian kalau mau bener-bener puas.
And so, gue pergi ke Science Center. Dari Sengkang ke Jurong itu adalah perjalanan dari ujung timur ke ujung barat Singapore. Gue kudu naik bus nomor 161, turun di Woodsland, lalu lanjut ke Jurong East naik MRT jalur merah. Dari Jurong East, ada bus yang nyetop di Science Center. Hnah, busnya lagi sepi, dan gue ga tau kalo bus sepi itu ga turun di tiap stop, kudu ada yang mencet bel baru dia nyetop. Alhasil gue kelewat dua stop. Untungnya masih satu blok, bisa jalan kaki, kalo enggak gue harus nyebrang dan nunggu bus yang ke arah Science Center lagi.
Tiket masuk Science Center S$ 9 untuk adult, untuk student, child, sama senior citizen ada harga khusus, tapi saya lupa.
Apa aja sih yang bisa dilihat di Science Center? Banyak! Saking banyaknya gue ga bisa sebutin satu-satu. Segala bidang IPA, dari Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, ada ruang display tersendiri dan banyak banget alat peraga yang bisa dimainin. Selain itu, ada juga tentang luar angkasa, teknologi informasi, api, dan masih banyak lagi. Selain alat peraga, di jam-jam tertentu, ada show di beberapa ruangan. Ada tiga show, listrik, api, dan suara. Gue cuma nonton yang listrik sama api. 
Show yang listrik adalah tentang percobaan Nikola Tesla. Berhubung gue udah rada lupa penjelasannya bagaimana, jadi  gue kasih videonya aja..


Waktu gue nonton, udah agak terakhir-terakhir. Jadi, yang gue lihat cuma ada orang masuk dalem kerangkeng trerus ditunjukkin kalau selama dia di dalam kerangkeng itu, dia ga bakal kena setrum. Plus gue ngeliat yang balon meledak. Di video ga ada, jadi gue kasiin fotonya.

'

Juga ada demonstrasi meledakkan balon dengan samberan petir ini.



Ada dua gas yang bisa ngebuat balon terbang kalau diisi, karena sifatnya yang lebih ringan dari udara. Biasanya, kita tahunya balon diisi dengan helium, tapi, balon yang ini isinya bukan Helium, melainkan Hidrogen. Kenapa? Karena Helium sangat sulit untuk terbakar, sedangkan Hidrogen sangat mudah terbakar.


Show satu lagi yang gue tonton adalah Api. Di Show ini, gue menyaksikan tornado api. Tornado api ini bisa terjadi kalau ada api besar di ruangan berbentuk tabung.

versi mini

versi gede
Lalu gue bertanya, apa yang akan terjadi kalau tornado angin yang biasanya terjadi, berupa api? We're doomed. Mungkin itu yang akan terjadi tanggal 21 Desember nanti. Hahaha...
Dari Science Center, gue lanjut ke JCube Mall, yang ternyata berada di serong kanannya Science Center, buat ketemu Tiwi dan dua temannya.
Dan gue dikerjain sama Tiwi, katanya dua temannya bukan orang Indonesia, tapi ternyata mereka orang Indonesia. Pertamanya gue disuruh nebak, berhubung muka mereka sangat tidak mirip daerah-daerah lain di Asia, dan katanya bukan orang Indonesia, jadi gue bingung. Alhasil gue nebak orang Malay.. --a
Dari JCube rencananya sih mau ke Orchard, karena gue mau makan es potong, tapi di MRT, kami berubah rencana dan  pergi ke Vivo, Mall di Harbour Front, tepat di seberang Sentosa Island. Kalau mau ke Sentosa Island, ke Universal Studio, pasti ngelewatin mall ini. 
Gue ngapain di Vivo? Rendem kaki. Iya, rendem kaki! Di roof top nya ada kolam air yang lumayan luas. Kalo di Indonesia orang jaim ga mau deket-deket itu kolam, anggep hiasan aja, di sana orang pada duduk-duduk di pinggir kolam sambil rendem kaki. Bahkan ada yang saking santainya, dia ngikutin pose sebuah patung di dekatnya.


Dari Vivo, gue langsung balik ke Sengkang. Makan malem di Compass Point, Mall di MRTnya Sengkang. lalu balik ke flat, Istirahat.
Besoknya, gue sebenernya ga ada rencana mau ke mana. Kalau disuruh ke Jurong Bird Park, gue males balik ke Jurong. Akhirnya gue random aja nyari tempat di MRT. Alhasil gue berhenti di City Hall. Keluar dari MRT City Hall, ada papan penunjuk arah. Gue berhenti sebentar, ngebacain satu-satu. Lalu gue melihat tulisan yang sangat menarik perhatian gue. SINGAPORE NATIONAL MUSEUM. Langsung deh gue nyariin itu museum. Waktu gue keluar gedung, gue sama sekali ga ngerti gue di mana dan harus pergi ke mana. Akhirnya gue buka GPS dan mengandalkan teknologi canggih satu itu untuk mengantarkan gue ke tujuan gue. Hasilnya: gue keliling-keliling muter gedung Mall City Hall (yang lumayan gede berhubung jadi satu sama hotel apa namanya gue lupa), salah nyebrang, keujanan, dan kaki gue sampe rada sakit. Agak dua puluh menit nyasar, akhirnya gue nanya sama satpam di depan hotel. Akhirnya dia nunjukkin gue harus pergi ke arah mana.
Dalam perjalanan, gue ngelewatin Singapore Art Museum. Tidak bisa menolak godaan masuk Art Museum, akhirnya gue mampir dulu di sana.
Sebelumnya, gue masuk Art Museum cuma sekali, di Bali, waktu karyawisata ke Bali pas kelas delapan, ke Neka Art Museum. Berbeda dengan Neka yang kebanyakan majang lukisan, Singapore Art Museum lebih menampilkan patung, foto, dan banyak benda seni lainnya dalam bentuk yang tidak biasa.
Waktu gue dateng ini, lagi ada pameran karya-karya seorang artist bernama Lee Wen bertemakan Lucid Dreams in the Reverie of Real Life (more info klik aja linknya). Selain itu ada juga pameran Panorama: Recent Art from Contemporary Asia. Di pameran ini, dipamerkan seni yang bersifat kontemporer. Apa itu seni kontemporer? Bukalah kamus, saya juga ga ngerti. Yang gue ngerti adalah rasa bangga waktu masuk ruangan pameran lantai dua, hal pertama yang gue lihat adalah Bajaj yang didekor seperti kostumnya Gatot Kaca. Kalau ga salah artistnya orang Indonesia. Juga ada lukisan yang saat pertama kali gue lihat, yang pertama kali terlintas di otak gue adalah, Chairili Anwar? Lukisannya adalah lukisan banyak orang, orang-orang terkenal di seluruh dunia, yang dilukis berpose seperti Chairil Anwar.

pose megang rokok
Chairil Anwar sendiri ada di antara wajah-wajah tokoh-tokoh dunia lainnya. Yang lain yang gue ngenalin ada Kartini, Ghandi, dan beberapa lainnya. Sayang ga boleh difoto, padahal itu keren. Dan artistnya pastinya orang Indonesia.
Selain itu, di sana juga ada seni dalam bentuk video. Ada video orang makan McD dengan cara semua diblender dan diminum. Iya, burger, fries, dan soft drink diblender jadi satu dan diminum. And they call it art. Gue nonton itu langsung kabur ke ruang sebelah, sebelum gue muntah di muka patung.
Penataan museum di sini sangat beda dengan penataan museum di Indonesia. Kalau di Indonesia satu ruangan bisa penuh sama berbagai macam barang yang mungkin kadang tidak saling berhubungan, di sini, satu ruangan bisa isinya satu benda atau serangkaian benda saja. Misalnya, di exhibition Lee Wen, ada satu ruangan yang isinya kawat yang dibentuk seperti orang, ditidurkan di atas kotakan, lalu ada rantai-rantai yang ujungnya dicelupkan ke baskom berisi air yang dicampur sama rempah-rempah. Jujur, gue ga tau maksudnya apa.
Agak tiga jam gue keliling-keliling museum itu (padahal museumnya kecil), menikmati berbagai macam benda-benda seni, dan jujur satupun gue ga ngerti maksudnya apa. Iya, gue demen mengagumi benda seni tanpa tau maksud di balik kenapa si senimam membuatnya.
Dari Art Museum, gue nyebrang ke National Museum. Sebelum bener-bener nyebrang, gue berhenti di sebuah Universitas, yang sayang sekali gue lupa namanya apa, buat makan siang. Di sana ada Subway, sandwich fast food restaurant. Kak Nia, guru masak gue, merekomendasikan gue makan itu. Kenyang, gue lanjut ke National Museum.
Apa yang ada di Singapore National Museum? Berbagai hal tentang sejarah Singapore. Ada satu bagian yang isinya khusus tentang bagaimana Singapore didirikan, dari jaman ditemukannya, sampai masa kolonialisme, lalu mereka merdeka. Mungkin enggak jauh beda sama Museum Nasional Indonesia kita. MuNas kita isinya apa, sih? terakhir gue ke sana waktu jaman kelas tujuh (sekitar enam tahun yang lalu). Yang menarik dari Singapore National Museum ini adalah, mereka menyediakan semacam discman (bukan discman juga, sih, namanya) yang udah diprogram tiap nomor yang dimasukkan menceritakan sebuah kisah. Jadi, selama kita jalan menelusuri bagian history dari museum ini, bakal ada nomor yang tertulis di lantai. Kalau kita pencet nomornya di discman kita tadi, bakal diceritain tentang benda yang ada di ruangan tersebut. Menarik? Sangat! Kalau orang Singapore mau ulangan sejarah tinggal dateng aja ke sini, seharian deh dengerin cerita sejarah berdirinya Singapore.
Selain itu, di sana lagi ada pameran Cheongsam, pakaian tradisional orang Cina yang budayanya dibawa ke Singapore. Seperti apa Cheongsam? Seperti ini.




Bonus: Foto cewe cantik (hiraukan bagian ini)


Dari MuNas, gue melanjutkan perjalanan mencari yang namanya Esplanade Mall, di daerah Esplanade. Dari tempat gue, tinggal jalan balik ke City Hall, terus lewat under pass, jalan ke arah Esplanade. Sekali lagi, gue nyasar. Gue nyasar ke Marina Square, munter-muter, dan tetap nyasar. Gue ngelihat di peta, adanya Esplanade Theater. Mallnya mana?!
Gue desperate banget nyariin Esplanade Mall gara-gara Kak Nia  nyuruh gue nyari Cookies Museum. Pertamanya si Kakak ngira itu museum isinya cookies gitu, ternyata waktu gue udah menemukan Esplanade Mall, yang ternyata di bagian belakangnya Esplanade Theater, itu cuma toko cookies yang udah berdiri dari jaman behule. Rasanya pengen gue copotin kaki gue terus dilempar ke embak-embaknya!
Mata kaki gue kalau punya kelenjar air mata mungkin udah nangis, kali. Bener-bener mau copot rasanya kaki gue. Sepertinya gue salah memilih sepatu. Sepatu gue yang oren kurang baik kalau dipake buat jalan lama-lama. Tapi, sepatu training gue yang ungu kondisinya udah rada-rada sebab sudah hampir empat tahun gue pake terus-terusan.
Kecewa tidak menemukan cookies museum, gue naik ke roof top Esplanade Mall. Pertama sih gara-gara penasaran, eh ternyata gue menemukan spot bagus buat motret Marina Bay Sands.
Setelah melihat Marina Bay Sands, langsung terpikir di otak gue, "Kalo di seberang ini Marina Bay Sands, berarti Merlion berada sangat dekat dengan gue, dong?"
Mulailah mata gue melirak-lirik ke kiri dan ke kanan, sayang sekali ga ada cewe cantik #eh. Dan langsung gue temukan, Merlion, berdiri gagah di seberang juga, bedanya kalau Marina Bay Sands seberangnya jauh, kudu naik bus dulu, mungkin. Kalau Merlion seberangnya tinggal turun dari roof top terus nyeberang jembatan. Bingung? Gue kasih gambarnya aja deh.


Anggap Esplanade Theater sama Mall jadi satu (emang jadi satu, sih). Pokoke Esplanade mall di bagian yang menghadap ke biru-biru, deh. Jadi, ya lokasinya seperti yang telah saya gambarkan (dengan jeleknya).
Seperti yang bisa anda lihat, ada tourist boat di sana. Ya, di sana para turis bisa naik perahu keliling-keliling daerah sekitar Merlion, Esplanade, Marina Bay Sands, dan ke daerah sungai lainnya. Kapalnya juga bisa dijadikan alat transportasi saja untuk menyeberang dari Esplanade ke Merlion (buat yang suka males jalan). Gue ga naik kapalnya, ga ikut tour keliling sungai, terlalu pelit untuk mengeluarkan uang agak banyak untuk tour naik perahu gitu doang. Biasanya, sih, kalau ke Singapore ikut tour, bakal dibawa ke Merlion dan bakal naik perahunya. Biaya naik perahunya S$ 17, untuk dewasa, S$ 10 untuk anak-anak. Fee segini buat naik yang durasi 40 menit. Ada yang durasi satu jam, S$ 22 untuk dewasa dan S$ 12 untuk anak-anak. More info, klik di sini.
Di bawah jembatan menuju ke Merlion dari Esplanade, ada yang jual es potong! Tanpa pikir panjang, gue langsung beli. Es potong adalah jajanan yang ga boleh dilewatkan kalau berkunjung ke Singapore! Pokoke itu makanan wajib!
Es potong Singapore ini dari tahun ke tahun harganya tetap sama, S$ 1. Paling ramai ditemukan di Orchard Road, tapi di tempat-tempat wisata lain juga masih mungkin ditemukan. Apa yang membuat es potong ini spesial? Es ini adalah ice cream yang berupa balok. Kalau kita biasa makan es krim macem Wall's yang ada stik atau di cone, es ini bentuknya balok. Nanti sama opa yang ngejual (biasa opa-opa), dipotong sesuai dengan porsi satu orang, lalu dihidangkan bersama roti tawar atau waffle (bisa dipilih).

waffle
bread



how the ice cream vendor looks like
Produsen es krim ini ga cuma Wall's doang, tapi ada Kings dan Magnolia. Ga tau kalau ada yang lain, tapi gue taunya cuma tiga itu doang. Kebetulan yang gue temuin di Esplanade itu Magnolia. Gue makan yang mint chocolate chips, rasanya kurang enak, dibanding Kings atau Wall's (Kings paling enak). Terlalu minty buat gue, sampai terasa pahit. Well, yang penting gue makan es potong!
Lalu akhirnya gue melanjutkan perjalanan, nyebrang ke Merlion. Kaki gue kalau punya mulut mungkin udah teriak-teriak, tapi mau apa, nanggung kalau dari Esplanade gue langsung balik. Merlion tinggal sekian langkah ini.
Sampai di Merlion, gue puas-puasin motret. Rame banget di sana! Banyak group tour yang baru mendarat di TKP. Ada juga rombongan anak-anak pramuka dari Asia Tenggara, Indonesia termasuk. Rada alay, sih, anak-anak Indonesianya (agak menyedihkan, ya). Rombongan tour yang lain banyakan dari China.
Dari Merlion, gue cari bus stop! Kaki gue udah ga kuat kalau disuruh jalan balik ke City Hall. Dari City Hall, gue memutuskan buat mampir ke Orchard Road. Sampai di sana, gue rasanya udah mau ambruk. Tiap berapa meter ada kursi, gue duduk. Ngapain gue ke Orchard Road? Nyari es potong (lagi)! Iya, gue ga lega kalo belom makan es potong yang enak! Akhirnya gue langsung jalan ke es potong langganan, merknya Kings, di pojokan Tangs Mall, sebelum Paragon Mall. Ga kebayang? Paragon itu di seberang Takashimaya. Ga kebayang juga? Ya udah nanti di sana tanya-tanya orang aja. Lagian kalau mau cari es potong sangat banyak di sana, tiap berapa meter pasti ada!
Gue makan sambil duduk, untung ada kursi di deket sana, kalo enggak gue makan sambil tiduran di bawah penjualnya! Selesai makan, gue teringat Ci Sasa nanyain waktu itu nyokap gue beli pembolong kertas berbentuk lucu-lucu di mana (itu, loh, pembolong kertas yang kalo kita ngebolongin kertasnya bisa bentuk macem-macem sesuai pembolongnya. bisa kupu-kupu, kuda, bintang, dll). Lalu gue memandangi Takashimaya dan mengingat-ingat satu setengah tahun yang lalu. Gue nemuin toko arts di Takashimaya. Mumpung masih di Orchard Road, gue nyeberang ke Takashimaya. Dengan kaki yang sebentar lagi akan memutuskan untuk berhenti bergerak, gue tetep jalan, gue naik eskalator, sampai ke lantai paling atas. Dan benar, di toko itu gue temukan si pembolong kertas. Sekarang tinggal laporan ke Ci Sasa. Masalahnya satu: apakah gue akan sampai di Sengkang dengan utuh? Itu saja.
Dengan penuh perjuangan dan sisa tenaga, gue jalan pelan-pelan dari Takashimaya ke MRT Station di Ion Orchard. Sampai di MRT, gue ga dapet tempat duduk. Waktu transit ke jalur ungu di Dhoby Ghaut, gue tetep ga dapet tempat duduk. Jadilah gue harus tahan berdiri agak dua puluh menit lebih. Sampai di Sengkang gue pengen banget ngesot balik ke flat. Kalo ga sok-sokan jaim, gue mau nangis, bener! Kaki gue sakitnya parah banget.
Besoknya, gue kembali ke Jurong buat ke Jurong Bird Park. Waktu nunggu bus di Boon Lay, ternyata orang yang ngatri ramai banget! Maklum, hari Sabtu. Banyak rombongan anak muda dan rombongan keluarga-keluarga muda yang bawa anak mereka buat menikmati ber-weekend-an di sarang burung, eh maksud gue kebun burung.
Apa, sih, isinya Jurong Bird Park? Buat yang pernah ke Bali Bird Park, isinya ya unggas. Bedanya, Jurong Bird Park sangatlah luas dan spesies unggasnya jauh lebih banyak daripada yang di Bali. Seinget gue, waktu gue Googling soal Jurong Bird Park, katanya ada Reptile Park nya juga, tapi sampai di sana antara gue lupa nyari atau emang ga nemu.
Gue beli tiket yang park hopper, buat dua taman binatang sekaligus, Bird Park dan Singapore Zoo. Lebih menghemat S$ 4 daripada kalau beli satu-satu. Tiket masuk tiap bonbin S$ 18,untuk dewasa. Karena gue beli park hopper, gue cuma bayar S$ 32. Ada juga yang 3 in 1 park hopper, sekaligus sama night safari, harganya S$ 68, untuk dewasa. Tadinya gue mau beli itu, tapi gue mikir-mikir, apa gue ga kecapean seharian di bonbin dari pagi sampai malem? Akhirnya gue beli yang 2 in 1 aja.
Waktu gue sampai di Bird Park udah rada siang, jadi gue ketinggalan show yang pagi, alhasil gue kudu nunggu show yang sore. Sambil nunggu show, gue keliling-keliling dulu. Peringatan buat yang suka ga kuat jalan, gue rekomendasikan buat sewa semacam scooter gitu, karena park ini gede banget dan jalannya naik turun. Waktu di sana, rasanya gue pengen pinjem salah satu burung predator mereka yang gede buat gue naikin! (emangnya kayak film-film siluman di Ind*siar?)
JBP Map




Gue keluar dari Jurong Bird Park sekitar jam 5 sore. Dari JBP, gue naik bus, kembali ke MRT station, lalu makan sore dulu karena siangnya gue makan tidak puas (beli pasta S$ 9 di fast food restaurant di JBP dan isinya ga terlalu banyak). Dari Stasiun Boon Lay, gue memutuskan buat ga langsung pulang, tapi mampir dulu ke Marina Bay Sands. Buat ke Marina Bay Sands ternyata rada ribet, kudu pindah jalur MRT dua kali. Pertama ke jalur merah, ke arah Marina Bay, dari sana ke jalur kuning, ke Bayfront. Di Bayfront ini stasiun MRTnya langsung di Marina Bay Sands.
Ngapain gue ke Marina Bay Sands? Mau main di casinonya~ *ngaco* enggak, lah! Ga mungkin, umur gue belum mencukupi, minimal 21 tahun. Gue ke sana buat lihat laser show. Gue direkomen sama Cici Lia, katanya sih bagus. Tapi, buat gue biasa aja.
Selain nonton laser show, gue ga punya urusan lain di Marina Bay Sands, jadinya gue pulang.
Supaya cepet, di MRT gue ambil kereta jalur kuning ke arah Harbour Front, tapi turun di Promenade buat transit kearah Dhoby Ghaut. Waktu di Promenade, ada kereta (yang tulisannya ke arah Dhoby Ghaut atau Bayfront) masih nunggu penumpang. Tanpa lihat kanan kiri, gue main masuk aja. Dan ternyata, saudara-saudara, saya dibawa kembali ke Bayfront.
Lalu sesuatu yang dapat dibuat cerpen terjadi di kereta ini waktu berhenti di Bayfront. Gue ga bakal ceritain di sini, mungkin bakal gue bikin cerpennya. Sampe sekarang kalau gue inget-inget gue jadi galau sendiri. huwaaa~
Lalu akhirnya gue kudu transit dua kali ke jalur ungu dan akhirnya pulang.
Keesokan harinya, gue pergi ke Singapore Zoo. Kembali naik bus nomor 161 dari depan flat, turun di Woodsland, lalu naik bus nomor 926.
Singapore Zoo kurang lebih sama seperti kebun binatang lain yang ada di dunia. Tempatnya agak jauh dari kota, juga dikelilingi oleh danau. Ukurannya agak lebih besar dari Jurong Bird Park, jadi buat yang ga demen jalan, sangat gue sarankan buat sewa scooter.

Waktu gue sampai di sana, gue ketinggalan satu show di pagi hari, tapi masih sempet nonton dua show sebelum makan siang. Untuk show yang pagi itu, bakal ada lagi sorenya, jadi seharian gue di kebon binatang.
Sayang sekalil waktu gue nonton show kedua, hujan turun. Untung tempat gue nonton show ini ada atapnya. Kalo enggak, sih, ...
Gara-gara hujan ini, gue tidak bisa motret dengan baik dan benar. Kasian kamera gue.
Berhubung ga bisa motret di tempat yang terbuka, gue memutuskan buat ngelihat-lihat binatang di tempat yang beratap, seperti Cat's Country dan Snake House. Hal pertama yang terlintas di pikiran gue waktu masuk Snake House adalah: "kalau Kak Puji di sebelah gue sekarang ini pasti orangnya teriak-teriak ga mau masuk." dan gue hanya bisa cekikikan sendiri ngebayanginnya.
Beberapa menit kemudian, gue motret seekor ular hijau yang sangat cantik, lalu gue pajang di dp bbm. DAN, apa yang gue pikirkan pertama kali terjadi. Si Kak Puji teriak-teriak. Bukan di sebelah gue, pastinya, tapi di bbm. Gue, yang kebetulan lagi ngeliat komodo dikasih makan, jadi ngakak sendiri (dan sangat kenceng) ngebaca bbm si kakak. Sepertinya sih ga ada yang nyadar (untungnya). Dan gue tetep cekikian sendiri ngetawain si kakak. Baru fotonya, kak, belom ngeliat langsung. Padahal ulernya cantik-cantik, lho.



Selain bisa jalan kaki keliling-keliling Singapore Zoo ini, ada juga tour keliling zoo pakai tram. Buat naik tram ini kudu bayar, S$ 5 untuk dewasa, S$ 3 untuk anak-anak. Tapi, gue ga rekomen buat yang mau ngelihat binatang-binatang up close karena tram ini pendek (ga tinggi) dan jalan aspalnya agak berjarak dari tempat binatangnya. Lokasi binatangnya ga terpisah kayak kebon binatang di Indonesia (dimana harus pakai bus buat ngelihat binatangnya). Pejalan kaki dibolehkan lalu lalang dan melihat lebih dekat lagi binatang-binatang di sana.  Jadi, kalau mau motret dari tram rada susah.
Gue keliling kebon binatang sampai jam 6 sore (demi nunggu show yang tertinggal), kaki gue juga siap copot. Gue kembali menggunakan bus yang sama, 926, dan gue baru sadar di bus stop di zoo kalau bus itu ternyata hanya beroperasi hari Minggu. Lucky me, perginya hari Minggu.
Dari zoo, gue langsung pulang ke flat dan istirahat.
Hari Senin, hari terakhir gue di Singapore, gue lewatkan dengan bermalas-malas ria di flat karena flight gue sore dan gue harus udah pergi ke airport jam 1 siang. Gue males kalau pergi ke Orchard atau tempat lainnya, karena agak jauh. Akhirnya, gue jalan-jalan di Compass Point di Sengkang, beli bekal makan sore buat di pesawat (karena ga dikasih makan), sekalian ganjel-ganjel snack. Dari Sengkang ke Airport gue naik bus nomor 27, ga langsung di bus stop depan flat gue, sih, gue harus naik 161 sampai pemberhentian di Punggol Road, dari situ naik nomor 27 sampai ke bandara.
Di bandara gue cengo agak setengah jam, meanwhile menunggu, gue makan bekal yang tadi gue beli, Hainan Chicken Rice. Lalu gue menyadari, GUE GA DIKASIH SENDOK! Masa gue makan pake tangan? Udik banget di Singapore makan pake tangan, di Changi pula. Mempermalukan nama Bangsa dan Negara! Akhirnya gue berpikir kreatif, gue sobek styrofoam tempat nasi ayam gue, dan gue jadikan itu sendok. In the end tetep aja sih gue dilihatin sama orang-orang sekitar, terutama yang sedang menunggu gate dibuka bersama gue. But who cares, yang penting gue makan!
Pesawat gue tiba on time, juga berangkat on time, jadi gue pulang ga telat. Pulang-pulang gue langsung berkangen ria sama si cantik.

Sebelum gue mulai jalan sendiri, hari Selasa, setelah nganter oma gue, cici sepupu gue, gue, dan oma gue pergi ke Japanese Garden sama Chinese Garden.
Yang paling terkenal sih Chinese Garden. Tamannya luas dengan berbagai macam patung dan gedung berbau oriental.

oriental buildings

zodiac garden

grandma & the bridge connecting Japanese Garden and Chinese garden

7-Storey Pagoda

Bonus: Foto aib cici gue   



Maskapai penerbangan yang gue pakai buat ke Singapore ini adalah Lion Air. Lion Air adalah salah satu dari sekian maskapai penerbangan yang menawarkan "terbang murah" ke berbagai kota di Asia. Waktu gue pergi ini, harga tiket pesawatnya, one way, sekitar Rp 500.000-800.0000. Kalau ada tiket promo, harganya bisa Rp 400.000. Ga tau kalau high season, sudah pasti bakal lebih mahal.

Di sana selama tujuh hari itu gue numpang tidur di tempat orang, jadi gue tidak mengeluarkan biaya hotel.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan:

Makanan & Minuman
Buat cari makan di Singapore sangatlah gampang. Di setiap mall pasti ada Kopitiam, semacam food court gitu. Di Kopitiam itu ada banyak sekali makanan, bahkan makanan Indonesia pun ada di beberapa Kopitiam. Makanan di Kopitiam yang khas Singapore adalah Hainan Chicken Rice. Ada juga makanan namanya Carrot Cake, tapi bukan wortel. Carrot cake ini semacam kuetiaw, tapi bentuknya ga panjang-panjang gepeng, tapi kotak-kotak. Rasanya? Enak banget.

Carrot Cake Singapore
Selama seminggu di sana, gue hanya makan Hainan Chicken Rice. Setiap hari. Eneg? Banget! Pulang-pulang gue minta makan sushi sama nyokap.
Hainan Chicken Rice harganya bervariasi di setiap Kopitiam. Selama gue di sana, sih, yang paling murah gue temuin S$ 3.30. Paling mahal, S$ 4.00. Ga tau, mungkin ada yang lebih murah dan ada yang lebih mahal. Kadang harga makanan ini tergantung lokasi Kopitiamnya. Kalau di tempat yang agak glamorous kayak Marina Bay Sands, sudah pasti harganya akan agak lebih mahal.
Sebenernya banyak makanan lain yang bisa gue makan, tapi makanan-makanan itu semua bisa gue temukan di Jakarta, jadi gue agak males. Gue pengen makan-makanan yang khas Singapore.
Selain dua makanan di atas, ada minuman khas Kopitiam Singapore. Ada dua, Barley dan Bandung. Gue ga bisa deskripsiin rasanya karena dua minuman ini rasanya lain dari yang lain, ga bakal ditemuin di minuman lain. Wajib minum! Diantara Barley sama Bandung, gue lebih suka Barley karena lebih menyegarkan tenggorokan (apalagi setelah jalan non stop keliling kota). Sayangnya, ga semua Kopitiam menyediakan Barley. Harganya juga lumayan mahal, sekitar S$ 1.70 per gelas.

Transportasi
Ada tiga pilihan transportasi yang bisa dipakai untuk keliling-keliling Singapore. Taxi, MRT, dan bus. Kalau pergi ke Singapore ramai-ramai sama keluarga, gue sarankan naik Taxi. Mungkin kalau dilihat biayanya agak mahal, tapi kalau dibanding ramai-ramai naik MRT, naik taxi akan sedikit lebih murah.
Kalau pergi ke Singapore sendiri atau berdua sama temen, atau pacar, sangat disarankan naik MRT dan bus. Kalau naik MRT, sebelum naik, wajib mendatangi mesin tiket dan membeli tiket terlebih dahulu (yaiyalah kalo enggak kumaha naik keretanya?!). Tiketnya nanti berupa kartu yang setelah sampai tujuan wajib dikembalikan. Biasanya uang yang kita bayarkan waktu beli tiketnya ga semua terpakai, ada kembaliannya. Kalau naik bus, bisa bayar langsung, tapi gue ga gitu ngerti mekanismenya.
Kalau ga mau capek bolak balik mesin tiket, bisa beli kartu yang seperti ini:
tampak depan
tampak belakang
Gue ga tau kenapa waktu beli gue dikasih yang warna oren :3
Ini adalah kartu cepat yang bisa digunakan untuk MRT dan bus. Kartu ini semacam kartu debit untuk dua trasnportasi di Singapore ini. Cara kerjanya sama seperti kartu tiket yang harus bolak balik dibeli di mesin tiket, tapi kartu ini bisa kita isi ulang sebanyak yang kita mau, sehingga kalau mau naik bus atau MRT tinggal langsung tempel ke mesin di pintu masuk (bus atau stasiun MRTnya). Nanti, waktu kita sampai di tempat tujuan, ditempel lagi di mesin serupa dan uang kita akan secara otomatis terpotong, sesuai dengan harga yang ditentukan untuk jarak yang kita tempuh. Kalau saldo kita udah mau habis, tinggal isi ulang di stasiun MRT.
Harga kartu ini S$ 12. S$ 5 untuk biaya kartunya dan S$ 7 saldo awal kita. Untuk selamanya kartu itu bakal jadi milik kita, ga sudah dikembaliin, walaupun nanti mau refund saldo sisa (iya bisa refund kalau udah mau pulang).
Buat pengguna iPhone atau iTouch, silahkan donwload aplikasi ini dan ini. Dua aplikasi ini sangat membantu kalau mau ke mana-mana. Satu peta MRT, satu lagi aplikasi buat nyari bus. Dua-duanya bisa berfungsi walaupun offline, jadi pengguna iTouch ga usah panik.

Internet dan Blackberry
Di Singapore pastinya ada provider handphone. Semuanya menyediakan paket internet dan paket Blackberry. Buat beli kartu perdana, paling gampang beli di 7/11 dengan harga kalau ga salah S$ 18. Jangan lupa bawa passport anda karena sepertinya akan dicatat sama petugasnya (gue ga gitu tau soalnya gue bawa nomer bokap gue ke sana). Untuk isi ulang pulsa, juga bisa dibeli di 7/11. Harga paket internet dan Blackberry bervariasi antar provider. Gue pake Starhub, paket seminggu harganya S$ 18, tapi itu 7 hari + 3 hari. Kalau Singtel, paket seminggunya S$ 15. Kemarin waktu gue di sana, ada kesalahan teknis dan pulsa gue terpotong satu dolar, alhasil gue ga bisa daftar paket seminggu lagi gara-gara cuma kurang satu dolar.
Kalau bingung mau pakai provider apa dan cara registrasinya gimana, gue sarankan Googling dulu, daripada sampai di sana ga tau apa-apa.

Keamanan
Sejauh yang gue tau, Singapore sangatlah aman. Tapi ga ada salahnya berjaga-jaga. Kalau berada di tempat yang agak ramai serperti Orchard Road, sangat disarankan memakai backpack di depan, handbag dijepit erat-erat di ketek (siapa tau handbagnya bau, terus copetnya ga jadi nyopet gitu). *kabur*
MRT akan sangat ramai di jam pulang kerja (sekitar jam 4-6 sore). Ramainya ga kira-kira, ga ada jarak antar manusia. Hati-hati dengan barang bawaan kalau kejebak di MRT yang ramai.
Kalau pulang malam, HINDARI TEMPAT YANG SEPI! Yang namanya tempat sepi malem-malem, di manapun anda berada, sangat disarankan untuk dihindari. Karena di tempat seaman apapun, yang namanya orang berniat kurang baik demennya di tempat yang sepi dan gelap.

Shopping
Banyak yang ke Singapore dengan tujuan shopping, terutama belanja barang-barang branded. Kalau boleh jujur, harganya sama mahalnya, kok, sama Jakarta. Bahkan banyak yang lebih mahal. Masa gue nemu kaos oblong biasa gitu doang harganya S$ 30an? Kalau diconvert ke Rupiah harganya kira-kira Rp 200.000,00an. KAOS GITU AJA HARGANYA SEGITU?! TIDAK DAPAT DIMAAFKAN!! *pelit*
Kalau mau belanja murah ke daerah Bugis. Gue ga tau tempatnya kayak gimana karena gue ga mampir ke Bugis. Gue kalau jalan-jalan ga pernah punya niat belanja. Makanya kalau pergi sama nyokap gue agak tersiksa karena diseretnya ke tempat belanja melulu...

Selama di MRT dan di bus, gue selalu dengerin iPod gue. Gue dengerin lagu Trance dari ATB. Lagunya enak-enak, saking enaknya rasanya gue berada di dalam video klip. Sayang sekali ga bisa gue pasang di blog ini karena dari uploader di Youtubenya ga ngasih ijin dimainin di web lain, jadi gue kasih playlist dari beberapa lagu di album ATB: Distant Earth.

Sekian travel review dari saya kali ini. Maaf terbitnya sebulan kemudian gini. Gue kalau siang-siang ga punya niat nulis. Tiap kali gue nulis selalu tengah malem (sekitar jam 12an). Biasanya sampai jam setengah dua, udah rada ngantuk, terus disetop, lanjut besok. Akhirnya malem ini selesai juga. Buat yang udah bersedia baca sampai kalimat ini, terima kasih banyak. :)

Friday, 24 June 2011

Nyarden!

tiba-tiba teringat alasan gue ga mau masuk Joger waktu itu: Ikan Sarden!
bukan, bukan gara-gara ada ikan sarden di Joger. di Joger ga ada ikan sarden! tapi, keadaan Joger yang selalu ramai itu yang ngebuat gue merasa seperti ikan sarden (empot-empotan dalam satu kaleng kecil bersama ikan-ikan lainnya... plus saos).
eniwei, banyak yang lebih suka bilang rame-rame gini bikin kayak ikan asin, tapi tetep gue lebih suka sama sarden, lebih tasty...

OKE, yang mau gue bahas kali ini adalah PRJ! (liburan ini gue bakal banyak ngepost travel reviews yaa! :D)

kemarin, gue ke PRJ bersama cici spupu gue n pacarnya. truth be told, seumur gue hidup di Jakarta, kemarin itu pertama kalinya gue dateng ke PRJ. dan gue kayak orang gila terkesima melihat segala yang ada di sana. orang-orangnya, luasnya itu tempat, barang-barang yang dijual, DISKONnya, kerak telornya, dan rumah hantunya.

oh, iya, mungkin ada readers gue yang ga tau PRJ itu apa, PRJ itu Pekan Raya Jakarta aka Jakarta Fair. diadainnya setahun sekali selama sebulan penuh di pertengahan Juni sampai Juli. diadainnya di bekas Bandara Kemayoran. for more information, click here. Dan, buat yang juga baru tau kalo di sana itu bekas bandara (gue ga baru tau juga sih, gue udah lama tau di situ bekas runway, tapi ga tau ada gedung bandaranya ← masa ada runway ga ada bandara), di sini cerita tentang Bandara Kemayoran (enggak, bukan cerita horor kok).

gue sampai di PRJ sekitar jam 17 lebih-lebih. buat muter n parkir dari arah ancol itu lama banget, cuz macetnya OMG! AKHIRNYA, setelah berhasil dapet tempat parkir, pacarnya cici spupu gue ngantriin buat beli tiket. antrian beli tiketnya pun ga manusiawi. :/
setelah beli tiket, ngantri masuk. berasa mau naik kora-kora tau ga sih di sini! antriannya, OH!

eniwei, setelah perjuangan menghadapi segala antrian ga manusiawi, kami berhasil juga masuk areal PRJ. hal yang gue sadari pas baru masuk adalah: KERAK TELOR DI MANA-MANA! seriusan! kiri kanan gue jalan kerak telor semua....
dan katanya, yaa, biaya sewa yang harus dibayar sama abang-abang kerak telor itu 10jt per bulan (alias sepanjang berjalannya PRJ).

terus, gue ngeliat mbak-mbak SPG di sana yang mengingatkan gue tentang payment per hari kalo kerja di PRJ. kata temen gue, jadi SPG di PRJ sehari bisa dapet sampe 300k. lumayan, lho! dan gue sangat tertarik! kalo liburan ini gue bener-bener ga ada kerjaan, gue bersedia dah jadi SPG di sana! :3

stand pertama yang kami datengin adalah KERAK TELOR! berhubung ada banyak banget yang jualan kerak telor, kami mampir aja ke tempat yang terdekat. di sana kerak telor dijual Rp 15.000,00. agak lebih mahal kalo dibanding yang biasa gue beli di Duta Merlin. yaaaaaaa, namanya juga biaya sewa 10jt. hahaha.

abis makan, penjelajahan PRJ kami dimulai dari Gambir Expo. di sana banyak toko-toko macem Baleno, Samuel & Kevin, Body Shop, dll yang ngediskon gila-gilaan. sebenernya gue niat nyari baju, tapi empot-empotan euy, di dalem sana. jadi, numpang lewat aja, deh.

di penghujung jalan utama Gambir Expo, ada pameran mobil (kalo ga salah) di tengah-tengahnya dan banyak toko-toko lagi. ada sebuah toko jeans yang gede banget. terus, dia niat lagi, sewa DJ. pas lewat di depan itu toko, gue iseng bilang ke DJnya (walo gue yakin dia ga denger), "mix in lagunya Above & Beyond dong!"
tapi, gue yakin dia ga akan denger dan agak susah harapan gue terkabul karena biasa DJ-DJ (yang sering gue temui) ga terlalu suka ngemix trance. tapi, setelah beberapa meter gue berjalan meninggalkan itu toko, tiba-tiba terdengar samar-samar lirik lagu Sun & Moon. lalu gue jadi hiper sendiri. "KYAAAAAAAA~ BENERAN DIA NGEMIX LAGUNYA A&B!!! KYA KYA KYAAAA~"
terus gue dilihatin gaje sama cici spupu gue n pacarnya.

lalu kami sampai di tempat yang ada replika borobudurnya. pergi ke sana cuma buat foto-foto, lalu kembali ke daerah Gambir Expo. terus si Koko (pacarnya cici gue)  berniat ke toilet. gue ama cici gue juga pengen ke toilet, jadinya pergilah kami mencari toilet.

review toilet cewe:
JOROK OMG!
waktu mau masuk toilet, itu penuh banget! antrian sampai ke luar! dasar emang di Indonesia antrian toiletnya nungguin di depan pintu, akhirnya gue masuk aja cari antriannya yang tinggal nunggu dua orang. di depan gue, adalah segeng mpok-mpok betawi (yang asli kocak abis). mereka masuk toilet sekali berdua. udah gitu, berisikkkkk banget! ngakak sana sini. eniweis, nungguin mereka itu lama banget! mana di dalem toilet itu pengap ga nahan!
akhirnya berhubung si mpok-mpok betawi yang di depan gue ga selesai-selesai, gue nimbrung di tempat cici gue (iya, jadi satu toilet berdua).
di dalem itu toilet, lebih horor daripada di luar. atapnya bocor! terus netes-netes kena gue n cici gue..................... dan kami berdoa itu bukan urin.....................

akhirnya kami berhasil keluar dari neraka toilet itu setelah 20 menitan.

lalu perjalanan menjelajah PRJ dilanjutkan. kami pergi ke arah gedung JIExpo. sebelum masuk ke sana, nyetop di stand fiesta buat nyobain jajanan goreng-gorengannya. ENAK LHO! tapi dasar gue motto hidup sehat, gue cuma nyomot sedikit aja. hehe.

lalu kami masuk via pameran hape. terus gue ketemu Limbad. iya, Limbad yang di The Master! ternyata orangnya pendek, yaa, terus ga serem-serem amet. *peace Master Limbad, saya jangan disulap!* burung hantunya ga ada. pergi ke mana yaa?? padahal gue pengen lihat burung hantunya.

eniweis, Limbad ke sana bukan mau belanja, dia disewa sama sebuah toko hape (dengan merk apa saya ga tau karena sangat tidak umum) buat meramaikan acara lelang mereka. enggak terlalu tertarik, kami keliling-keliling lagi dan berhenti di stand Samsung. si Koko mau ikutan lelang hape di sana, Samsung Galaxy Mini, tapi akhirnya gagal karena harganya naiknya terlalu cepat dan mendekati harga di pasaran, jadi batal deh.

lalu kami berjalan lagi sampai ke aksesoris mobil, si Koko beli sound system buat mobil. lalu kami keluar. di sana ramai sekali karena ada konser saya ga tau siapa. buat jalan aja susah banget ngelewatin lautan manusia. sampe sesek nafas gue!

pendeknya, buat pergi ke ruangan di sebrang gedung (tempat pamerannya Pemda DKI*kalo ga salah*), butuh perjuangan. harus berani ngebody orang, sebelum dibody balik dan berakhir diinjek-injek manusia-manusia lain di sana yang sejujurnya ga pernah ngeliat ke mana mereka jalan...

eniwei, di ruangan tempat pamerannya Pemda DKI ada pameran MRT. and i was like: "seriusan Jakarta mau bikin MRT?? emang bisa??"
yaaaa, gue agak kurang (baca: ga) percaya sama pemda DKI. dari kemaren proyek-proyek buat mengurangi kemacetan ga ada yang berhasil. dari Busway, yang malah nambah macet, sampe saya ga tau deh apa lagi. yang pasti itu monorail ga jadi itu salah perusahaan swasta yang mau ngebangunnya (kata mereka sih itu diurusin swasta, ga tau juga apakah mereka tidak mau disalahkan atas adanya tiang-tiang gaje yang tak berguna di sekitar jakarta?). eniwei, gue tetep salahin pemerintah sih buat monorail itu. kenapa? soalnya pemerintah kan yang ngeluarin ijin buat pembuatan monorail itu! kalo ga ada ijin, ga mungkin sekarang ada tiang-tiang nganggur yang dipake jadi kanvasnya para seniman graviti (atopun orang yang butuh media buat corat coret, tapi ga punya kertas) sekitar Jakarta. eniwei, go to hell aja lah itu monorail. ngerusak pemandangan aja.....

dari situ kami kembali muter-muter sampai kami menemukan HALL TEMPAT PAMERAN KOMPUTER DAN AKSESORIS KOMPUTER. dan gue bahagia.
mulailah pencarian headphone dan mouse wireless gue dimulai. it was fun! harganya murah-murah! gue berakhir beli earphone aja daripada headphone gede-gede. lumayan bagus, bassnya lumayan, harganya juga murah (banget! *buat ukuran earphone bagus*) only 75k. lalu gue beli mouse wireless WARNA OREN (kebetulan ada warnanya oren.. :P) only for 65k. lalu, kertas foto glossy 20 lembar cuma 20k. sebenernya kalo masih boleh, gue mau di sana aja terus sampe tiga jam kemudian, tapi itu udah jam setengah sepuluh, dan kami belum makan, so, we went out of the building.

lalu kami melewati sebuah gedung dengan dekor hantu-hantu. ga usah mikir, semua orang juga bakal tau itu tempat apaan. ITU RUMAH HANTU! judul rumah hantu di PRJ ini adalah Misteri Hantu Kemayoran. berlatar belakang Bandara Kemayoran yang sudah ditinggalkan, lalu sekarang jadi tempat dugemnya para hantu Indonesia yang ga nahan serem-serem! btw, buat yang ga tau, rumah hantu di sini sama UGD Benteng Kota yang waktu itu ada di Sumarecon Mall Serpong itu dibuat sama Rumah Hantu Indonesia.

review rumah hantu:
SEREM BANGET! gue, sebagai pecinta horor dan fans beratnya Mbak Kunti, mengakui kalo itu rumah hantu serem (walo ending-endingnya gue ngakak sendiri).

jadi begini ceritanya, gue berhasil ngajakin cici gue n pacarnya buat masuk rumah hantu. padahal waktu pertama-tama mereka ga mau (haha). tiketnya 25k buat berdua. berhubung kami cuma bertiga, tetep kudu bayar 50k karena itu satu tiket buat berdua. alhasil gue berduanya sama Mbak Kunti aja deh.
DAN kami naik ke lantai dua. rumah hantunya di lantai dua. ga nyangka, ternyata itu antrian rame banget! mana udah malem, jam setengah sepuluhan, bo! lumayan lahh, menambah seremnya suasana!
setelah dengan sabar menanti dan gue tiba-tiba berubah hiperaktif dan dalem hati ngetawain orang-orang yang histeris sampe glinding-glinding pas keluar dari itu rumah hantu.
DAN akhirnya kami berhasil masuk. bau pertama yang menggelitik saraf penciuman gue adalah bau kemenyan. mantep ga tuh? bener-bener menceriakan (baca: menyeramkan) suasana!
eniweis, dari pertama-tama gue bahagia bahagia aja ngeliatin hantu-hantu di dalem sana, macem cewe baju putih rambut acak-acakan sampe bapak-bapak muka ga karuan. pas tengah-tengah ke ending gue makin takut. bukan, gue ga takut ama tampang dia, tapi dari cara dia ngagetin itu loh! ga tau itu bunyi kayu ato besi diketokin ke apaan, pokoknya tiba-tiba ada bunyi "TOK" kenceng banget trus tiba-tiba dia udah ngejar kita. jadilah gue jantungan plus kuping lumayan pengang. dan makin pengen buru-buru keluarlah gue.

setelah dari rumah hantu, kami cari makan dulu sebelum pulang. kembali ngelewatin stand Fiesta, kami kembali jajan. gue nyomot dua lagi sosis ayamnya. sosisnya enak loh! tapi kemaren gue cari di supermarket ga ada tuh keluaran Fiesta. :(

lalu, di panggung deket sana, ada kalo ga Syahrini ya KD lagi manggung (maaf ya, saya agak buta artis Indo sekarang... udah jarang nonton TV ataupun denger lagu-lagunya). dan lagi, lautan manusia. ogah jadi sarden malem-malem, nyelip-nyeliplah gue dkk di tempat yang agak lapang manusia.

lalu kami memutuskan buat makan Gokana Teppan aja yang terdekat. sayangnya, paketnya udah banyak yang abis. tinggal satu paket doang yang available. gue makan seporsi parohan ama cici.

setelah makan, kan tadi rencananya langsung pulang, tapi gue mau balik ke sebuah toko baju. gue melihat sebuah long sleeved kawaii waktu ngelewatin itu toko. dan pergilah kami ke sana dengan mampir sebentar di abang kerak telor buat takeaway. sesampai di toko baju yang saya lupain namanya itu, ternyata masih lumayan ramai, tapi ga seramai waktu gue ngelewatin pertama kali. padahal udah hampir jam 11, loh.

dan pergilah gue hunting baju yang gue taksir itu. dan gue menemukannya! ada dua warna, ijo sama pinky. entah kenapa gue lebih tertarik sama yang pink. cici gue pun bilang yang pink lebih lucu. akhirnya gue nyoba dulu dari ukuran M. antara bajunya yang kecil, ato guenya yang gendut, ato gue lagi keringetan, lengan gue kaga lolos! lalu, gue cobalah yang L. lumayan, dibanding M, tangan gue lolos, tapi kendalanya sekarang adalah lengannya ga bisa disesuaikan supaya bagian badannya masuk seluruhnya. gue yakin itu seret gara-gara keringet (HAHA). akhirnya gue beli aja itu baju tanpa pikir bakal muat ato ngepres. dan pulanglah kami!

sampe di rumah, gue udah kena AC, dan ga keringetan, gue cobain lagi tu baju. ternyata muat agak ngepres... :/
well, untung gue beli yang L, kalo M udah harapan gue wariskan ke orang lain..
eniwei, hal lain yang gue sadari tentang itu kaos adalah.... warnanya persis sama sama baju pinky kakak gue pas di Quicksilver... motifnya doang rada beda, walo masih setrip-setrip. and i was like: APA?! untung ini baju baru gue beli, kalo udah ada dari dulu n dipake pas gue di Bali, harapan diprotes semua orang deh ← kaga bisa bedain mana si kakak n mana gue. sedang waktu gue pake pinky setrip putih pas di Bali itu aja juga udah pada bingung. dan sebenernya gue bingung kenapa pada bingung mana si kakak mana gue, padahal beda banget itu baju! rambutnya juga beda, rambut gue pendek, rambut si kakak panjang. tinggi kami pun berbeda... well, yaudah lah...

OVERALL, PRJ is a whole new experience for me. it was great, it was fun, dan kesan yang paling ditinggalkan adalah IKAN SARDEN.
eniwei, gue mau kritik, pemilahan sampah di sana kurang (ato lebih tepatnya ENGGAK) jalan. ga berguna tu ada tong sampah organik sama anorganik. lalu, buat masalah air minum agak global warming. di sana jual air mineral botol 600ml Rp 10.000,00 dapet tiga. gue saranin gimana kalo orang ga usah disuruh beli mulu tiap kali mau minum, gimana kalau suruh si orangnya simpen botolnya, terus kalau mau beli lagi sedia refill Rp 2.000,00 sebotol. kan ga merugi juga, tuh. mengurangi sampah plastik pula.

betewe, gue mengubah lagi playlist di sebelah jadi lagu rada-rada galau (maklum, gue akhir-akhir ini galau mulu).
dannnn.. untuk beberapa hari ke depan gue bakal off lagi. (buat bikin satu posting ini aja sebenernya berapa hari nih). dan gue akan kembali dengan travel review lainnya!

Wednesday, 15 June 2011

Outing PKK tanpa POS


setelah satu setengah bulan bingung mau outing ke mana, akhirnya nyasarnya ke Waterbom PIK.dan sedari awalnya peserta outing PKK/POS ada sampe 20 orang, ternyata pada batal-batal, dan tersisa cuma 9 orang anggota PKK. untung jadinya ke waterbom, coba kalo ke tidung ato ke puncak, emosi jiwa gue yang ngurus kalo pada batal-batal gini.

anyway, we (gue, Della, Dette, Nene, Christy, Irene, Gita, Vivi, Tiwi + sodara2nya Tiwi) got a free pass to Waterbom PIK tx to Tiwi.

sebenernya jadwalnya agak molor. harusnya berangkat jam 9 (dari BSD), jadi berangkat jam setengah 11, dan gue berangkat sendiri dari Jakarta. gue telat setengah jam gara-gara seseorang yang sangat menyebalkan... (ga mau bahas).

well, akhirnya gue sampe telat, dan yang lain udah nunggu sambil duduk-duduk di depan souvenir shopnya Waterbom. gue datang membawa Cinnamon Toast Rolls yang gue coba bikin kemaren.  langsung dihabiskan di tempat karena masuk Waterbom ga boleh bawa makanan ataupun minuman dari luar (bener-bener monopoli =/).

setelah puas makan dan segala tempat makan dan minuman gue kosong, kami melewati pemeriksaan tas. dan ada beberapa yang kena botol minumnya kesita, dan Irene dengan terpaksa harus menghabiskan snack yang dia bawa (entah apalah itu), yang pasti dia kesuliatan mengunyah dan menelan sekaligus... alhasil dia diketawain hampir semua dari anak PKK.

next stop: locker. kami cuma sewa satu family locker *hemat* dan ngejejelin segala barang berharga di dalem sana. tas yang dibawa kami terlantarkan di sebuah meja n kursi kosong deket taman deket pintu masuk.

kolam pertama yang di kami serbu adalah kolam arus (Wild River)! udah tau lah ya ngapain aja di kolam arus? ngambang-ngambang gaje di atas ban sambil menikmati terbawa arus keliling keliling. dan ternyata rame-rame kayak kemaren bikin ga terasa loh udah muter sekali! dulu, waktu gue cuma berdua sama sodara spupu gue, muter sekali aja rasanya kayak setaon.
dan di kolam arus ini anak-anak PKK melakukan aksi geje dari saling pegang-pegangan ban n membentuk bunga sampe gue jadi water horse, lari di air sambil narik temen-temen yang lain di belakang.... :|

setelah merasa tambah gaje dan dilihat sama tamu-tamu lain, kami naik ke darat n mencoba Auqatube. fyi, Aquatube itu tiga seluncuran yang muter-muter. for more information, click here.
eniweis, gue naik yang kebuka semua sama yang ketutup semua. buat gue sih itu seluncuran biasa-biasa aja, ga ada apa-apanya, just for fun lah. nothing buat orang-orang yang mencar trhill.
lucunya, pas gue naik Aquatube yang 100% ketutup, gue disuruh nyanyi Servian. dasar gue emang ga tau malu, gue nyanyi aja sambil teriak-teriak n suara fals di dalem sana. dan bergemanya astaganagah. tapi, teriakan gaje gue ini masih mending. kalau dibanding sama teriakan Irene, ga ada yang bisa ngalahin! di dalem sana, dia teriak kayak orang histeris banget! konyolnya, di tengah teriakan histeris itu dia batuk... jadi kurang lebih skenarionya begini:
        Irene: "AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAuhuk uhuk..."
untung ga abis batuk dia lanjut lagi teriak. gue sama Della bisa tambah sakit perut dah ngetawain dia.

setelah puas (atau lebih tepatnya capek naik tangga), kami pindah ke Pleasure Pool, kolam sedalam 110m (ya kalo ga salah) buat bersantai ria. di sana kami foto-foto pake lomo underwater gue yang ga 100% tahan air... masih bocor dikit-dikit tu airnya, mana kacanya berembun pula. ga tau dah itu foto hasilnya begimana. :/

lalu, kami pindah ke sebelah: The Hairpin. seluncuran yang paling wow di Waterbom Jakarta. unlike Waterbom Bali yang punya banyak seluncuran yang jauh lebih menantang, di Jakarta cuma ada ini dan Speed Slide (yang ga ada apa-apanya dibanding Smashdown di Bali). eniweis, ngantrinya lumayan ga manusiawi. mana itu tempat tinggi pula, alhasil gue menggigil gara-gara dingin banget kena anginnya. buat naik The Hairpin ini, harus ada minimal dua sampe tiga orang di dalam ban. max empat orang. gue bertiga bareng Della n Irene. sebelum turun, gue sama Della udah ngewanti-wanti si Irene supaya teriaknya agak manusiawi dikit. kalo enggak, bisa pengang kuping gue sama Della.
dan kami meluncur.

naik The Hairpin cukup sekali saja. why? ANTRIANNYA BO! lagian cape euy naik tangga segitu tinggi. muhahaha. so, pergilah kami buat naik Speed Slide. katanya sih kecepatan meluncurnya 70 km/h (kayak yang di Bali), tapi sepertinya ga seextrim yang di Bali. ga tau juga, sih. gue kan ga naik yang di Bali since dulu gue ogah naik yang bikin geli. :D
eniweis, deciding which slide to slide down is kinda hard buat anak-anak PKK. alhasil saling tunjuk menunjuk nyuruh meluncur duluan. mungkin tamu-tamu yang lain bete juga kali ya ngeliatin anak-anak PKK yang plin plan ini. muhaha.
gue akhirnya ngeslide juga (berhubung gue udah kebal beginian sepertinya.. :/) paling terakhir. dan karena gue mempunyai massa tubuh yang tinggi (alias gue berat), gue meluncur lebih cepat dari temen-temen gue yang ceking-ceking. mungkin 70 km/h buat gue itu nyampe. (di sini aja 70 km/h, gimana gue di Bali?? bisa 90 km/h kali gara-gara lintasan dia kan lurus aja! efek percepatan gravitasinya... ngggg.. udah2 ga usah bahas beginian.. *fisika*)

setelah semua turun dan saling ngetawain satu sama lain, kami naik lagi membawa matras luncur buat naik The  Whizzard. konsepnya sama kayak Boogie Ride di Bali, meluncur pake matras. bedanya, di Bali kan lurus-lurus aja, di Jakarta dia melingkar sedikit trus baru turun, jadi ga sekenceng (dan seseru) yang di Bali.
anak-anak PKK baru-baru nyampe di tempat awal ngeslide pada langsung gelar matras (berhubung bawanya matras), terus duduk-duduk bentar gara-gara ngos-ngosan cape naik tangga. kami mempersilahkan tamu-tamu lain buat ngeslide lebih dulu.
buat meluncur  pertama kali agak sulit buat temen0-temen yang badannya mini (kurus). entah kenapa itu matras seret n ga mau meluncur ke bawah. kudu dibantuin dorong sama mas-mas yang jadi lifeguardnya. anak-anak PKK ngadain race buat turun, sepasang-sepasang. yang gue tau cuma Della-Nene n gue-Christy. sisanya yang di belakang gue, gue ga tau. haha.
eniweis, Della n Nene dua-duanya mengalami kesulitan meluncur, jadinya turunnya ga barengan. gue n Christy turunnya juga ga barengan, gara-gara Christy mengalami kesulitan meluncur. sedangkan gue, pas hitungan ketiga gue langsung meluncur tanpa kesulitan sedikitpun (dasar emang gue ekstrim).

setelah puas meluncur-meluncur gaje, kami lanjut ke Bombalzter dan bergila ria kayak orang MKKB. gimana enggak MKKB, itu kan kids pool! tapi peduli amet, gue dkk tetep aja nyobain seluncurannya (walau akhirnya suka nyangkut-nyangkut di tengah dan mengharuskan kami jalan ke luar slide di akhir :/). tak lupa kami menunggu si ember gede numpahin air.

bosen di kids pool, kami lanjut ke Wild River lagi dan muter dua kali sambil bergeje bersama. setelah muter yang ke dua, kami berhenti di Wave Pool berhubung ombaknya lagi banyak. buat sebuah ombak buatan, itu ombak lumayan ekstrim. gue dari pertama enjoy-enjoy aja lama-lama berasa di quicksilver waktu itu. dan mual itu datang. akhirnya gue cepet-cepet aja  minggir sebelum beneran gue tambah pusing! haha.

selesai dari Wave Pool, kami makan sore (berhubung udah jam tiga) di food court. mencari makanan dengan harga yang paling murah, di restoran bento. lumayan kecewa karena beef teriyakinya lebih cocok dibilang bawang bombay teriyaki.

dan setelah makan rombongan yang di mobil Dette kudu siap-siap pulang, gue pun juga, dan tinggallah Tiwi dan keluarga masih lanjut sampai malam.

overall, it was fun! outing PKK/POS berubah menjadi girls day out. dan sekarang gue ngiler pengen ke Waterbom Bali karena slidesnya banyak banget..!! D:


Nene-Vivi-Irene-Christy-Della-Tiwi(belakang)-Gita(depan)-Dette-gue (yang motret)

Tuesday, 29 March 2011

BALI! (tiga tahun yang lalu)

28 maret adalah hari bersejarah buat gue. Why? Well, buat readers yang ngikutin dari blog gw jaman behele mungkin tau. Dan blog gw yang udah gue dilet itu mengakhiri hidupnya di post agak-agak deket juga sama post tentang tanggal 28 maret ini.
You know my sis, right. Yang namanya udah ratusan kali disebutin di blog ini. Dan dua posting yang lalu akhirnya nongol lagi setelah menghilang itu nama agak brapa bulan. Haha. Yeah, kak puji, my dearest sista'.
Three years ago, i met her, di tanggal tang sama ini. So pasti waktu gue karyawisata ke bali. Unlike this year dimana gue udah nempel sama dia sedari hari pertama, that day, gue cuma bisa ngeliatin dia dari jauh. Haha.
I was attracted to her soul and the way she looked a little like my good friend yang sekarang udah tinggal di spore and most likely to have forgotten everything about me.
Well, there goes me and my little smile when i was anywhere near her that day.
Oke, untuk mengurangi posting dan menghemat waktu gue, gue critain aja dah apa yang terjadi tiga tahun yang lalu.
Hari pertama gw lewati dengan cuma senyam senyum gaje aja sama dia. Hari kedua juga cuma gue lewatin dengan kembali senyam senyum gaje.
Well, ga sepenuhnya sih gue cuma senyam senyum. Akhirnya pas malemnya gue memberanikan diri hilang kalo dia itu mirip temen gue. Dan keluarlah suatu gagasan yang sampe sekarang masih jelas terngiang di kepala gue: "wah! Jangan-jangan kembar, lagi? Trus yang satu udah lahirnya telat, terbuang lagi ke Bali!"
Hahaha. Kalo gue pikir-pikir, agak cacat juge yehh.
Well, tetep aja, i didn't get much from the second day.
Third day comes! Dan akhirnya gue baru kenalan gila-gilaan sama dia pas di tanah lot (yep! She's that kind of person yang dari luar terlihat kalem, tapi dalemnya ga kira2 hebohnya and that's why we made her a PKK cabang Bali).
It all started when i just finished my tattoo (yang kalo gue pikir2 sekarang agak buang duit). Dulu itu gue anak mega ansos, boro2 punya temen banyak. Satu aja udah bahagia gue!
Well, anyways, akhirnya gw memutuskan buat ngebuntut dia. Mungkin kalo disuruh gambarin apa yang gue lakukan waktu itu agak-agak mirip sama waktu gue nongkrong di warung depan joger kmaren, tapi lebih awkward. Ha!
The good news, awkward itu hilang ketika gw n dia pindah tempat nongkrong ke depan hotel dewi shinta (ato apalah itu gue lupa). Itu hotel tempat makan malem n nonton tari kecak.
It was embarassing actually. (dan sampe sekarang gw masih selalu teringat kejadian itu kalo liat kursi plastik). Yes, kursi plastik!
Jadi begini ceritanya, gue kan jalan sama si kakak ke tempat itu. Trus pas mo cari tempat duduk, kita ngelewatin tika yang lagi duduk dan sepertinya celananya basah.
Trus si kakak, seperti biasa iseng, bilang, "eh, itu kenapa celananya basah? Ngompol yaa? Haha"
Si tika yg diomongin gitu agak-agak cengo, bingung. Gue diem aja karna gue ga terlalu ngeliat celananya tika yang basah.
Yasudah, lanjutlah gue n si kakak nyomot meja n tempat duduk yg kosong.
Si kakak, main duduk aja di sana. Ga kayak gue, teliti, ngeliat dulu itu kursi. Di tempat yang mau gue dudukin itu basah.
Si kakak yang ngeliatin gue bediri aja bilang, "duduk aja."
Gue menjawab polos, "basah, Kak."
Dia, dengan yakinnya bilang, "enggak kok, ga basah!"
Tapi, sepersekian detik kemudian, Tiba2 si kakak bediri n menyadari kalo kursi yang dia dudukin juga basah.
Reaksi gue: ngakak segila2nya. HAHAHA! kualat si kakak!
Akhirnya dia manyun2 ndiri sambil pindah ke meja yang kursinya kering. Niatnya ngejekin orang malah kena sendiri dia. Muhahahaha. Ngompolll dah kakk!!
Dan kemaren, pas di dermaga tanjung benoa, si kakak senderan di railing yang basah akibat hujan. Alhasil: kejadian tiga tahun yang lalu terulang lagi!
Dan gue, sebagai teman yang baik, akan senantiasa ada di sampingnya untuk ngetawain kedodolan dia yang terulang kembali, bareng gue lagi. HAHAHA! *adikdurhaka*
Dan obrolan gue selanjutnya malam itu adalah tentang gue dan kartu tarot gue (yang sekarang kerjaannya nganggur di atas meja ato lemari).
Dan dilanjutkan dengan protesan dia kenapa gue ga ngajak kenalan dari hari pertama. Hahaha.
Kemaren ini, pas gue dateng, tadinya dia mau minta gue bawa itu kartu lagi, tapi dia kehilangan nomer gue untuk kedua kalinya (yang gue tau). Alhasil: gue yang udah bete disuru bawa baju kebanyakan ama nyokap, kaga mau bawa kartu lagi.
Nasibmu dah, kak. Kaga bisa tau nasib di masa depan. Hahaha.
Dan malem itu gue nempel terus sama dia.
Oiya, gue inget dibilang manis sama rawana (ato sapa sih itu yg jahat d ramayana) lohh pas tari kecak. Hahaha.
Lanjut! Hari terakhir: waterbom!
And i hate this day cuz i have to spend more time in the water than with my big sista' (yang dulu blom jadi kakak gw. Haha).
Few things that happened here: gue kehilangan kacamata gue, dan akhirnya nemuin agak brapa ratus meter dari tempat gue menjatuhkannya di kolam arus, akhirnya gue foto juga ama si kakak! (setelah sekian kali minta foto bareng sama dia), dan gue kelaperan, jadi pas makan siang nambah mulu. Hahaha. Inget banget tuh diketawain ama si kakak n pak theo (yang waktu itu sama sekali ga kenal sama gue).
Hmm, sepertinya itu dua demen banget ngetawain gue dari jaman behele. Hahaha.
Then, i got to go home. T,T
Dengan berat hati gue meninggalkan dia dan Bali. Sebelum gue pergi, gue nanya, dia ikut lagi ga kalo tour buat sma. Dia bilang iya. Dan di saat itulah i mad a promise to myself (and her too, actually) to come back in three years time. And i did.
On the way, ga seindah seperti apa yang gue bayangkan, ternyata. Apalagi pas taon lalu kaka kelas batal ke bali. Huwaaahh!! You don't know how i was so damn stressed out that i couldn't even say the right words outta my mouth.
And this year, sepertinya gue terlalu banyak mengeluarkan "spiritual energy" gue to make things happen. Cukup melelahkan dan bikin gue gampang sakit, but it was worth to do. Kalo ga, ga bakal ni status gue naek jadi adeknya kak puji! Hahaha.
Crazy me. *geleng2 ngeliat diri sendiri*
Kinda miss those moments, though. But this year's memories are more memorable. Since banyak banget yang berubah dalam tiga tahun. Bahkan gue sendiri berubah drastis dari gue yang dulu.
Well, it's gonna be the story i will never forget about "how i met my sister" (not your mother). Hahaha.
And i'll be back in five years! Ha!

Sent frm Ni@'s iTouch~

Saturday, 19 March 2011

BALI! (tiga tahun kemudian)

AKHIRNYA GW KEMBALI KE BALI SETELAH TIGA TAHUN MENUNGGU!!! JENG JENG JENG JENGGG!!!

gw baru balik nih dari Bali tanggal 16 kemaren. akhirnya sampe juga gue di Bali setelah 3 tahun menunggu, 2 tahun penuh cobaan di SMA. 1 tahun penuh doa dan mengucapkan permohonan tiap kali ngeliat jam sama (6.06 , 13.13 , dkk), 1.5 tahun kurang tidur, 1 hari keringet dingin, dan 12 jam masuk angin. (halah, banyak banget ini yang gaje).

eniweiisss. of course dong akhirnya gw ketemu lagi ama Mbak Puji!! kyaaaaa~ *loncat2dimejakomputerkagakaruan*.

yayaya, udah dari hari minggu ye gue ketemu ama tu orang. udah, cukup hebohnya. kalo mo jingkrak-jingkrak mending pas di Ngurah Rai tuh pas baru nyampe. dari sebrang dah ngeliat si Mbak Puji lagi videoin kita2 nyebrang. hahaha.

oke2. mulai saja dengan cerita perjalanan gue. doain gw kaga ngetik yang aneh2 deh di sini. makin gaje ntar ceritanya. haha

uhuyyy~


Setelah stres dengan midsemester, akhirnya datang juga hari yang telah gue tunggu selama tiga tahun: karyawisata ke Bali. i have to go back here, itu yang selalu terngiang di kepala gue. dan akhirnya Tuhan mengabulkan da gue: Karyawisata Bali!! with all my friends from Santa Ursula BSD.


well, di sanalah gue, di Bali. just landed with all my friends. oke, mungkin gue kaga kliatan karna gue yang motret. kata Pak Theo: "Konsekuensi fotografer". yayaya, iya deh, Pak. madesu saya nih kaga bisa bernarsis ria di kamera sendiri. haha.

pokoknya kita ngumpul di baggage claim, lalu keluar. agak lama ye nunggu smua bagasi ngumpul berhubung grup gue rame banget (77 orang + 6 guru getoh).

habis dah pada ngambil bagasinya, diperbolehkan keluar dari bandara. dan di sinilah rasanya gw pengen mencak2 kyea orang gila (tetapi akhirnya gue tidak melakukannya terang2an.. hanya dalam otak gue aja). keluar dari ngambil bagasi, kan banyak orang tuh pada ngejemput. hnah, kalo grup gue dah ada tempat sendiri. di seberang tempat orang rame2 ngerubutin pintu keluar. udah ada mobil yg disediain buat nganter bagasi ke hotel. smuanya sih langsung pada nyebrang. tapi gue enggak karena gue pengen mengabadikan sesuatu. haha.


sudah lama gue ga ngeliat ini. kikikiki.
well, you guys already know lah who that is. gue ga usah ngasi tau lah ya itu sapa. muhahaha.

anyways, akhirnya gue nyebrang juga (at last!). tapi gue pura2 ga kenal n menghindari kamera (cielah, kyea artis dipaparazi aja). hahaha. setelah gue naro bagasi gw baru nyamperin si Mbak. of course, dengan gaya tipikal gue, toel kiri, kabur ke kanan. hahahaha.

and another thing, my second wish dikabulkan: se bus ama si Mbak. YES! gue bus A dan dia juga di bus A! OMG! Tuhan!!! You're way too nice to me!! gue hampir ga percaya! is this a dream???!! semua permintaan gue buat 4 hari di Bali bener-bener dikabulkan.

okay, abis dari bandara, kita langsung makan siang, di tempat biasa, Plaza Bali. seriously, pertama2, gue masih kenyang. kedua, hampir semua temen-temen gue masih kenyang cuz di Garuda dikasih makan. third, MAKANANNYA GA KIRA-KIRA BANYAK BANGET!! fourth, berasa fear factor makan itu smua. fifth, akhirnya banyak yang ga abis tu makanan.

seriously, I AM STUFFED! seenak2nya makanan di Plaza, GUE GA KUAT MAKAN! ha! well, so much for the lunch. ga abis. TT

abis dari Plaza Bali, bus pergi ke parkiran depan Krisna and kita naik "angkot Bali" buat pergi ke Joger. di joger, gw kaga masuk. tadinya gw berniat ke Titiles, tapi pesenan nyokap gue kaga ada, jadinya gue kaga beli apa-apa. akhirnya gw nunggu di warung sebrang bersama Mbak Puji, Bli Yudha, and Pak Theo. gue males masuk Joger yang manusianya dah kyea ikan sarden. hehe.. *udahseringmasukjoger*

dan gue ditraktir minum sama Mbak Puji!! :D
dan gue officially diangkat adik. hahaha. *pentingdongg*

Abis dari Joger, kita diajak ke Kuta sebagai acara tambahan dari Nitra Wisata. sepertinya agak kelamaan di Joger bisa bikin orang mateng kali ya?? (bener-bener kyea ikan sarden). abis itu berakhir di meja makan orang. gyah! ga lucu!

oke, jadi kami lanjut ke Kuta buat foto-foto doang, berhubung di drop nya nun jauh dari Kuta Square. agak lama juga di sana soalnya gue merasa mulai gosong di sana. selain itu, gue dibully ama si Mbak n Bernadette.. D':

setres setres dah gue di Kuta. seriously, madesu gue. berasa pengen pulang lagi gue. hahaha.

dari kuta, langsung balik ke parkiran n belanja di Krisna.

well, buat temen-temen yang jago nawar (apalagi ngerti bahasa Bali), disarankan buat enggak beli barang di Krisna karena jauh akan lebih menguntungkan kita (iya, kita, gue juga) kalo kita belanjanya di Sukawati. soalnya, you know lah, harga di Krisna sudah tetap. walopun murah, di sukawati gue masih bisa dapet agak 5rb lebih murah daripada di Krisna. hahaha.

di krisna sampe agak jam tenga 7 ya kalo ga salah. nungguin guru2 pada ngepak barang. haha. abis itu langsung makan di Kuta Plaza. Chinese food. and seriously, gue jadi kambing di sana!! MAKANANNYA SAYUR SEMUA!! hahaha..

buat gue sih no problem lah makan sayur. secara, gue berubah jadi vegetarian gitu sejak masuk rumah sakit. gue cuma kasian buat temen-temen yang anti sayur (banyak loh anak jaman sekarang yang ga demen sayur *yaiyalah*).

abis dari situ kita langsung ke Goodway, check-in, and istirahat.

gue dapet blok 60 bersama tiga orang teman lainnya. dapet kamar suite. lumayan, kamarnya luas. tapi yang gw bete dari ini hotel dari dulu adalah: KAMAR MANDINYA JOROKKK!! ARGHHH!! *manusiapalinggatahankamarmandijorok* but i got trough with it for four days.. ==a

yang lucu adalah ketika gue mandi, di luar sepertinya ada kecoa dan temen2 pada nanya ke gue, di sini boleh bunuh kecoa ato enggak. hahaha. boleh lah yaaa~ mengganggu kebersihan ini~ muhahahaa.. *anakyangagak2kejamsamakecoa*

well, i ended the day by walking around that dark Goodway Hotel Bali to look for scissors to cut off extra threads on my bracelet. iyep! gue bikin gelang lagi! hahaha. satu setengah jam penerbangan Jakarta-Denpasar gue habiskan dengan bikin gelang. ternyata jadi loh! hahaha.
of course itu gelang buat si Mbak. tapi kaga bisa gue kasiin di hari pertama karna ya itu, belom digunting! ha!

well, the next day gue bangun jam 5 pagi. gapake molor tidur, langsung bangun, mandi air dingin, beres2 koper, berangkat ke lobby di bawah hujan. nyampe di lobby, blom ada orang, akhirnya jalan ke swimming pool. blom ada orang juga. akhirnya gw cengo di depan resto bersama payung pinky, biru, ungu gue. sendirian. and, yes, gue kepagian datengnya. hahaha.

hari itu gue bakal watersportsan, jadi gue dah siap dengan lengan pajang dan celana pendek (bener-bener aneh ini).

agak lama gue nunggu datangnya jam 7, akhirnya gue breakfast, tapi gabisa banyak karna sepertinya gue masuk angin. TT

pas briefing, gue minta tolak angin sama temen gue, and it helps much actually. oke, gue sembuh.

perhentian pertama tour kita hari itu adalah Dermaga Tanjung Benoa. kita semua mao naik Quicksilver menuju ponton di Tojapakeh (ato Toyapakeh gue ga tau yang mana yang bener). kapalnya baru dateng jam 9an, jadi selama menunggu, seperti biasa, kita foto2 duonnkk~






















~ INSIDEN TANAH LOT KEMBALI TERULANG!! hahaha.. celana si Mbak basah lagi!! wuakakaka.. *bahagia banget gue*

eniweis, naik cruise ke sana memakan waktu kurang lebih 50 menit. di atas Quicksilver dikasiin snack and minuman. juga ada pertunjukkan bagaimana cara memakai sarung batik ato kain bali supaya bagus.

ombaknya lumayan gede, soalnya baru ujan. gue sih pertama fine-fine aja di main deck, tapi lama-lama gue mabok. so, gue pindah deh ke atas. tapi mabok gw ga kunjung hilang!!

akhirnya beberapa saat kemudian gw mengeluarkan isi perut gw dengan paksa melalui mulut (muntah) pas gw lagi di deck depan. HIKS! diketawain pula ama Dette n Mbak Puji. dasar kalian! sekongkolan kok ngebully orang sih??!! *tambah madesu*. maklum juga sih, pagi-pagi gue dah ga enak badan soalnya. haha.

well, akhirnya sampe juga di ponton dan gue langsung mengidamkan darat karena bakal naik prahu transit ke sebuah desa kecil di pinggir pantai buat sightseeing. di little village itu ada penyu, sabung ayam, lapangan volley, and pasar kecil kyea di Sukawati. kalo ga salah ada hal-hal lain, tapi kemaren yang gue liat cuma itu doang.

ga lama sih di situ, si Dette berhasil beli topi lucu di pasarnya bersama Mbak Puji yang membantu menawar pake bahasa Bali. haha. *curang lu det!!*

dari situ, kita lanjut naik perahu transit lagi buat ke submarine, ngeliat biota bawah laut. di sini gue ga terlalu wow banget sama pemandangannya, since it was all blue and grey and ikan-ikannya cuma itu-itu aja. okay, soal warna, emang kayak gitu kali ya di bawah laut. lagipula mata gue emang agak ngeror sih. hahaha. so, i dunno about this.

next, kita lanjut lagi naik perahu transitnya buat balik ke ponton. nyampe-nyampe di sana gue n Dette langsung makan siang, since we were very hungry (apalagi gue). abis makan siang, kita baru main air. btw, makanannya enak-enak loh! haha. love it! apalagi bakar-bakarannya!! :D

watersport pertama yang kita sentuh adalah snorkeling. gue sih udah pernah snorkeling, jadi gue tau gimana caranya nafas via mulut. sayangnya, si Dette ga biasa, jadi dia agak-agak kagok, dan akhirnya memutuskan buat ngeliatin gue n Vivi aja. yang bikin gue cape snorkeling adalah GUE KEBAWA ARUS MULU!! yes, the current is pretty fast, so i gotta swim really really hard to get back to the poonton.

abis snorkelingan, lanjut water slading (yang agak gaje). cuma ngeluncur gitu aja dari prosotan di lante 2 ponton. berhubung massa gue besar, gw meluncur lumayan kenceng dengan posisi badang lurus (bukan duduk) dan berhasil membuat air laut masuk ke idung gue gara2 kecepatan gue pas masuk air tinggi. (elah, bahasa gue ilmiah dah).
eniweis, untuk berenang kembali ke tangga juga memakan tenaga yang besar karena ARUSSS~

abis itu, kita langsung banana boat!

sebelum naik, nyariin Mbak Puji dulu donk, biar divideoin! haha.
agak ga seru nih kita ga diterbalikin. padahal pengennya diterbalikin supaya seru n basah-basahan.

abis banana boat-an, gue n Dette ngerjain Mbak Puji. *muhaha*. kita melukin si Mbak sampe si Mbak ikutan basah! hahaha. bahagia nih gue... tapi akhirnya enggak gara-gara gue nyadar si Mbak tiba-tiba pilek. Zing♪ maafkan aku mbak!! D:

eniweis, banana boat adalah watersport terahkir yang gue mainin. gue n Dette langsung ganti baju cuz there's nothing else to do. kalo mo scuba diving and jet skiing kudu bayar lebih, jadi gue ga mau.

harusnya sih balik dari ponton agak jam 3an gitu. tapi, tiba-tiba ujan gede. akhirnya gue dan beberapa temen langsung balik lagi ke dalem Quicksilver. dan di sinilah gue ngasiin si Mbak gelangnya. :D

trus kita ngobrol-ngobrol bareng Dette, Vivi, Gaby, dan ga tau siapa lagi yang ada. dan saat ini juga tiba-tiba keluar istilah: ANAK LEPEH!

gue sendiri agak ga inget asal muasalnya dari mana (since gue udah setengah sadar tuh gara-gara cape). pokoknya si Vivi bilang gue n si Mbak itu mirip, trus lalala gue lupa, trus si mbak bilang kalo saking cintanya gue sama si Mbak, gue ngasih si Mbak gelang. kalo si Mbak, saking cintanya dia ma gue, dia ngelepehin gue sebagai anak. (apa?!!) iyaa.. pokoknya gitu deh. dan jadilah si Mbak NYOKAP LEPEH gue. HAHAHA. (sumpedah ini gaje)

the next thing i know, kita mulai berangkat balik ke Dermaga Tanjung Benoa. otw, gue ga mabok loh! (berhubung gue tidur). dan sepertinya ada sesuatu yang heboh terjadi di kapal yaa. ada seorang nci nci cina yang nyanyi dengan PEDE JAYA dan suaranya yang ENGGAK JELAS. gue nyadar ini gara-gara si Mbak di sebelah gue ngakak ga karuan pas gue tidur. akhirnya, gue yang ga tau apa-apa ikut ketawa aja biar kaga aneh (HAHAHA).

Then, we arrived at Dermaga Tanjung Benoa entah berapa menit kemudian karena gue tidur sepanjang perjalanan with my earphones on and my Trance musics out loud.


oiya, baju gw agak2 kembar loh ama si mbak..

dan ini membuat orang makin bingung mana Mbak Puji dan mana gue.. XD

abis dah nyampe kembali ke Tanjung Benoa, kita langsung lanjut ke Dreamland. pantai ini dulu terkenal gara2 ini nude beach dan untuk pergi ke sini kudu lewat goa2 gitu. tapi sekarang gara2 udah open for public, jadi bukan nude beach lagi. haha. anyways, jalanan menuju pantai ini dari dulu sampe sekarang tetep aja bikin bete: berbatu dan tidak teratur, plus bikin cape.

trus juga biaya toiletnya ga masuk akal: Rp 3000 per person. WTF??!!
dan ini sudah gw antisipasi sedari kapan taon. hahaha. jadi, gue tidak membuang duit masuk toilet di sini. :P

pas gue di sana ternyata ombaknya lagi guedeee buangettttoosshhh!! dan udara tetep aja panas di sore jam 4an itu. wew. kerjaan gue di sana cuma foto2 trus balik lagi ke bus. lumayan lah, olahraga dikit naik turun jalan di Dreamland. HAHAHA.

dari Dreamland, mengejar sunset di Jimbaran! ha!
maklum, tiga taon lalu ga sempet dapet sunset bagus! taon ini dapet bagus!
OTW Jimbaran, kita dibagiin udeng, iket kepala khas Bali itu loh. haha. sanur banget pula: KOTAK2 IJO! busat dah! itu dipake sama seragam pulang jadi wortel semua manusia sanur.. xD

waktu nyampe di Jimbaran, langitnya lagi bagussssss banget!! gue puas-puasin aja foto-foto sunset di sana. walopun bentuknya itu-itu aja. hahaha.

makan malemnya seperti biasa, di Furama Bumbu Bali Cafe. letaknya paling ujung utara dari segala restoran yang ada di Jimbaran. di sana kita dapet ikan bakar, cumi goreng, dan kerang ga tau bumbu apa. cumi gorengnya enak, ikan bakarnya bagian tengahnya agak banyak tulang (yaiyalah), dan kerangnya agak amis (ato emang dari sananya gue ga demen kerang?). tidak lupa ada sayur favorit gue, kangkung. hahaha.

setelah super duper stuffed (lagi) di Jimbaran, kita balik ke hotel. tapi, sebelum meninggalkan Furama, kita dibagiin tas dari Nitra. hohoho~

malemnya, gue ga langsung balik ke kamar, tapi gue nyasar dulu ke tempatnya pak Theo, kenalan sama Dimas, anaknya. awalnya, gue cuma kenal dimas via FB. akhirnya! bisa kenalan juga langsung! haha.

anaknya imut lohh!! hadoooo~ ga nahan!! imut bangettt! dan iseng. hahaha. gue ngobrol-ngobrol bareng Mbak Puji and Dimas bentar sebelum dipanggil ke kamar karna teman-teman dah pada mau cabut. haha. well, good to know you, Dek Dimas. gelangnya sabar yaa! Kak Nia cariin benangnya dulu yang bagus.. :D



THIRD DAY! comes.
seperti biasa gue bangun di pagi buta ketika langit masih sangat gelap dan udara masih sangat dingin. dan entah kenapa kalo pagi air panas kamar mandi gue kaga nyala, jadi gue tiap pagi selama di Bali harus mandi air dingin yang agak bikin gue menggigil.

pagi itu ga hujan, thank God. gue keluar dari kamar jam 6.15an kalo ga salah. mornin' walk dulu berbeban backpack dan tas kamera keliling lobby 2x. dan gue kembali cengo di cafe deket swimming pool. and the stupid part is: GUE BARU NYADAR DI SANA ADA FREE WIFI~ DANGGGGGG!! STUPID MEEEEE~ hahaha. tau gitu gue inetan dari kmaren di sana. donlotin aplikasi2. muhahahaha.

dan mendekati jam 7 pagi, gue mulai makan pagi bersama teman-teman. hari ketiga gue makan pagi dengan bahagia karna gue bisa makan banyak. muhahaha. cuma roti, kentang goreng, and telor aja yang gue makan. seperti biasa kalo gue makan pagi di hotel manapun. xD

acara hari ketiga adalah ke ♪Bali Safari and Marine Park♪ (seriously, theme songnya agak ear catchy)

dan hari itu grup gue dikawal sama polisi (keren uhuyy~). berasa presiden dah tu di Bali. lampu merah terobosss. jalanan macet kita tetep jalann. prikitiw banget dah!

alasan kenapa grup gue dikawal polisi gara-gara lokasi Bali Safari and Marine Park agak jauh. jadi, supaya lebih menghemat waktu dkk lah. tapi, kalo tiga taon yang lalu, pas datengin tempat-tempat yang lebih bervariasi, dikawal ma polisinya dari hari 1. taon ini kita muter-muter kebanyakan di bali selatan sih~

eniweis, hari itu PANAS BANGET! dan gue salah milih baju. baju gue kaga bisa nyerep keringet. jadi akhirnya abis makan siang gue ganti.

Bali Safari and Marine Park ini isinya kurang lebih sama kyea taman safari di Puncak sana, tapi gue rasa lebih teratur, lebih bersih, lebih bagus, dan lebih segalanya daripada di sini. haha. very very beautiful and enjoyable. ga rugi dah masuk sini. tapi, panasnya itu lohhh.. ga nahan!!!

animal showsnya juga interesting! ga bakal bosen nontonnya! dan buat para pemburu foto amatiran kyea gue, this is the best place!

dan pastinya ada safari tour nya duonkk naik bus. entah guenya yang dodol ato apa, tapi gue banyak mengenal hewan baru plus info tambahan dari mereka di sini. hahaha. (oh, maklum, terakhir gw safari tour gini pas gue di everland, korea. guidenya pake bahasa korea, jadi gue ga ngerti! HAHAHA).

kita di sana sampe jam 3 sore and lanjut ke Pasar Seni Sukawati.

udah pada tau lah ya di Sukawati ngapain aja. hahaha. rahasianya, kudu pinter-pinter nawar! kalau mau lebih murah lagi, pake bahasa Bali! hahaha "ajikude bajune niki, mbok???" xDD

di Sukawati dikasih waktu sampe jam 6. more than enough, for me. tapi ga tau buat yang lain, berhubung taon ini gue ga banyak beli oleh-oleh *pelit mode: on*.

dari Sukawati, kita ke Sahadewa Barong and Keris Dance buat nonton tari kecak and tari (kecak) api.

nothing much i can photograph there, since gue baru pemula dan gue sama sekali ga ngerti how to take photos in a very dark place!! D:

jadi, throughout the show, kerjaan gue adalah ngobrol bareng Bernadette and Mbak Puji nun jauh di kursi paling atas dan paling belakang. hahahaha.. (abis bete kaga bisa motret and ga ngerti sama jalan ceritanya) wuakakaka.
trus juga agak-agak protes sama ada beberapa crew TV sepertinya yang shooting di sana dan agak mengganggu pemandangan. xD

after the show, kita lanjut buat makan malem di resto Golden Palace. brings back a few memories here. =)

entah kenapa itu malem paling bahagia gue, padahal itu malem terakhir di Bali. D':
selama makan gue ga bisa berhenti ngakak, apalagi ngeliat Jona yang baru aja kualat entah apalah itu jurus yang dia pake buat mukul gue, tapi malah jarinya yang sakit, bukan gue yang kesakitan. dan itu juga makan malem paling heboh diantara makan malem lainnya. pokoknya semua berisik dah itu malem!

pulang-pulang ke hotel, entah kenapa energi gue masih full (padahal harusnya dah cape berat boo!). pas briefing gue ga bisa berhenti goyang-goyang maju mundur (tanda-tanda stress ato overexcited sih biasanya). dan akhirnya masuk kamar hotel gue kehabisan tenaga. (oke, sepertinya itu cara tubuh gue buat ngabisin energi sisa, ya?).

jadilah gue cepet-cepet mandi and beres-beres koper. and by 11, gue dah beres semuanya, sedang roomate gue masih bingung mau masukin barang ke koper gimana. akhirnya gue baru bisa tidur jam 12 karena banyak sekali yang lalu lalang di otak gue (sekali lagi, tanda-tanda stress). I DON'T WANNA GO HOME!!

Day Four.
kembali, gue bangun jam 5 dan udah keluar kamar jam 6, lalu cengo di lobby sampe jam setengah 7 lebih.

dalam hati pengennnnn banget gue nemu remot buat rewind hidup gue ke tiga hari yang lalu, ke waktu gue baru mendarat di Bali. ga mau gue pulang! ga mau gue di bali cuma empat hari! huh!
tapi tapi tapi, imajinasi gue emang terlalu tinggi. mana ada remot begitu?? emangnya film Click? *pengennya sih begitu, ya*

sooo, i ended up making a vlog of that day. :)

abis ngumpulin koper and breakfast, perjalanan dilanjutkan kembali ke Sahadewa buat nonton tari barong. seperti malam sebelumnya, kebanyakan yang gue lakukan adalah ngobrol bareng Dette and Mbak Puji di tempat yang sama sambil sesekali motret (karena hari sangat terang ituuuu).

abis dari Sahadewa, perjalanan dilanjutkan menuju Kuta. seperti hari pertama, busnya kudu parkir di sebuah tempat (Central Park Kuta) dan kita naik angkot lagi ke daerah Kuta. agak lama, ya buat nyampe Kuta since kita ngelewatin Jalan Legian (yang selalu macet ituu) buat ngeliat monumen bom bali (yang entah kenapa selalu membuat gw "melihat" bayangan-bayangan seram-oke, gue sensitif soal yang beginian).

Di Kuta, kita diturunin di Mercure dan dapet agak satu jam free time buat belanja sampe Kuta Square. gue, Mbak Puji, and Dette jalan cepet ke Matahari buat nyari CD and brem. sayangnya CD gw kaga ada (since di sana cuma ada toko CD bajakan. kalo gitu mah gue juga bisa bikin sendiri). akhirnya nemenin Dette aja beli brem. abis itu kita nongkrong bentar di Coffee Bean. gue beliin sebuah jus apa gue ga tau yang gede buat dibagi bertiga. hahaha.. (abis entah kenapa di Bali jadi mahal yah harganya.. D:)

abis dari sana and ngumpulin temen-temen yang masih berkeliaran di Kuta Square, kita kembali ke Mercure buat makan siang. TEMPAT TERAKHIR! HIKS! tapi, entah kenapa di sana gue enjoy-enjoy aja and fine-fine aja. haha. melakukan tugas gue seperti hari-hari sebelumnya, motretin temen-temen. sejujurnya foto gue di kamera sendiri sangatlah sedikit. (yes, konsekuensi fotografer).

abis foto-foto di lante 4 (ya kalo ga salah?), makan siang, lalu kembali ke parkiran bus pake ancot (kata Sam) Bali.

dari sana, langsung menuju bandara. *HIKS!*

akhirnya, tibalah waktunya gue untuk berpisah dengan Bali, dengan Mbak Puji, dan dengan surga gue satu-satunya di dunia. saatnya gue kembali ke dunia nyata. empat hari yang diberikan untuk "melupakan kenyataan" sudah berakhir. saatnya bertemu kembali dengan kerjaan setumpuk yang kyeanya udah tercantum di to do list di rumah. AAAAA~

akhirnya gue cuma bisa dadah-dadah sama Mbak Puji, juga ada Dimas yang masih malu-malu. Pak Theo ikut nganter ke Jakarta. and..

that's it. goodbye Bali. :)


arrived at Soe-Hat kurang lebih jam 6an. abis ambil bagasi, gue cengo di terminal 2F keberangkatan karna bonyok gue belom dateng. JAKARTA MACET! hahaha.

well, bokap sih lagi jemput nyokap di rumah, dan pasti ga lama lagi, since dari rumah gue ke bandara cuma 20 menit, tx to JLB.. :)

dan gue meninggalkan Bali dengan memegang status sebagai Mayor of Goodway Hotel Bali and Mayor of Swimming Pool Goodway Hotel di 4sq. HAHAHA~ *pentingbanget*



oiya, buat readers yang tertarik buat tour ke bali ato juga mau paket tour kyea gue, hubungi aja:


Nitra Wisata Personal Touch and Care
PT. Tirta Wangi Indoniaga
alamat: Jl Cenderawasih Blok B6/37. Puri Gading, Jimbaran, 80364, Bali
telp: 0361-702770
fax: 0361-702578
e-mail: nitra@indo.net.id


skian crita perjalanan gue kali ini~
:D
~Ni@

pssst, gue juga bikin artikel yang lebih formal bareng sama Lichte buat BUKIT. gatau terbit di BUKIT ato website sanur. haha.